Suzuki Auto Value: Pandemi Corona Bikin Harga Mobil Bekas Turun – Berita Otomotif

blesscar.co.id –

JAKARTA – Suzuki Auto Value, dealer mobil bekas resmi untuk merek tersebut, mengatakan harga mobil seken terjatuh cukup dalam karena lesunya pasar di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Hendro Kaligis, Business Development Head PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan ketidakseimbangan antara permintaan dengan suplai di masa pandemi berdampak negatif terhadap harga mobil bekas. Penjualan lesu, bahkan hampir tak ada pembeli sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sementara orang yang menjual mobil bekasnya lebih banyak daripada yang berminat membeli.

Ia menjelaskan penurunan banderol mobil bekas mencapai sampai dengan 20 persen. Data ini didapat dari pantauan Suzuki Auto Value, jaringan dealer mobil bekas resmi Suzuki, di balai-balai lelang yang menjadi salah satu sumber stok unit utama dari para pedagang di bisnis ini.

“Kalau dari balai lelang, harga yang terbentuk turun 20 persen. Artinya, mereka menurunkan harga beli mobil bekas sampai 20 persen,” ujar Hendro dalam Diskusi Virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) baru-baru ini.

Suzuki Auto Value sendiri, menurut dia, tidak mengoreksi harga mobil seken sebesar itu. Soalnya, salah satu fungsi mereka adalah mendukung transaksi tukar – tambah dengan mobil baru Suzuki.

Karena itulah, revisi harga yang terlalu besar pada Suzuki Auto Value akan berdampak pula pada bisnis mobil baru Suzuki.

“Di kami (penurunan harga) itu sekitar 10 – 15 persen saja,” beber Hendro.

Seperti diketahui, virus Covid-19 muncul di China pada akhir 2019 dan hingga kini sudah menyebar ke lebih dari 200 negara/teritori. Penyebarannya yang cepat dan masif membuat World Health Organization (WHO) sampai mengategorikannya sebagai pandemi global.

Virus diketahui masuk Indonesia saat pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Pada bulan itu juga, perekonomian nasional langsung terganggu dan daya beli masyarakat menjadi amat lemah.

Hampir semua sektor industri terkena imbasnya. Industri mobil bekas tak terkecuali dan penjualan pada April kemarin menurut Hendro telah turun sampai dengan 80 persen ketimbang Maret.

“Industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemi dan PSBB,” ujar Hendro. [Xan/Ari]

Mobil123